REAKSI EMOSIONAL SAAT BELAJAR MATEMATIKA
Studi ini menunjukkan bahwa penting untuk mempertimbangkan emosi siswa saat belajar matematika. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa emosi positif siswa terhadap suatu proses pembelajaran dapat menghasilkan pengalaman yang baik dan keberhasilan belajar siswa.
Menganalisis variasi emosi siswa di antara berbagai
karakteristik siswa di kelas sangat
berharga karena berfokus pada variasi ini berpotensi meningkatkan kualitas
pengalaman belajar siswa dengan Matematika.
Emosi telah didefinisikan sebagai "masalah yang tiba-tiba, agitasi sementara yang disebabkan oleh pengalaman akut akan rasa takut, terkejut, gembira, dll.", atau "perasaan atau kasih sayang mental (misalnya rasa sakit, keinginan, harapan, dll.) yang berbeda dari kognisi atau keinginan" [6]. Studi tentang emosi pengguna sebagai sudut penting dari pengalaman belajar siswa telah semakin dipertimbangkan selama dekade terakhir. Sangat penting untuk mempertimbangkan fungsi informatif emosi saat merancang pembelajaran matematika yang dapat digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi mahasiswa terhadap pembelajaran matematika berbeda berdasarkan informasi demografis mereka seperti pengalaman mereka di universitas, jurusan, IPK, tingkat pengetahuan awal, kepercayaan diri, dan penggunaan internet. Menurut temuan penelitian, mahasiswa yang berada di tahun kelima di universitas memiliki emosi positif yang lebih rendah terhadap pembelajaran matematika dibandingkan mereka yang berada di tahun pertama, kedua, atau ketiga di universitas.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda